Profile Menyusul |
|
|
Like many other guitarists in the world, I Dewa Gede Budjana (B. 30 Aug. 1963) did not really have a formal education in music, except for a few years of classical guitar course when he was in high school. The Balinese native was not born in a family of professional musicians, either, as father was a prosecutor. His grandparents, however, played traditional gamelan music in their spare times.
Dewa Budjana’s first teacher was a construction worker lived nearby his house in Klungkung regency, Bali. The passion grew stronger, and was nurtured when the boy moved to big city of Surabaya, where he took a classical music course, performed with a band, and indulged in dozens of music performances.
|
|
|
|

Bisa dikatakan titik balik nya sebagai seorang musisi adalah ketika ia memperdalam musik di Berklee College of Music di kota Boston, US. Di Berklee ia benar-benar mempelajari musik dari dasar sekali, mulai dari teknik bermain gitar, teori musik, performance, music business, music technology, dan berbagai aspek musikal lainnya. Semua pengalaman dan ilmu yang ia dapat selama belajar di sana sangat membuka wawasan bermusiknya. “Dalam hal gitar secara general, Joe Satriani adalah influence yang utama baginya. Teknik permainan, komposisi, performance, image, dan kharisma dia sebagai gitaris hingga saat ini, baginya belum ada tandingannya. Tetapi dari segi teknikal, “The Holy Fusion Trinity” (Al di Meola, John Mclaughlin, dan Frank Gambale) masih tetap sumber inspirasi utama.”
“Di kelas, ia selalu mencoba seefektif mungkin dalam memberikan materi-materi yang dibutuhkan bagi murid. Menurutnya, seorang gitaris harus menguasai aspek-aspek dasar dalam bermusik, seperti teknik, teori, dsb; dan proses itu sering kali membuat murid frustasi dan berhenti di tengah jalan. Adalah sebuah kepuasan tersendiri baginya jika ia dapat dengan sukses mengantar seorang murid mencapai suatu tahapan dalam pencapaiannya sebagai seorang musisi dan gitaris khususnya.”
• Bachelor of Music (B.M), Berklee College of Music. Professional Music major. Magna cum laude. • Guitarist and songwriter of Abigail (band)
|
|
|
Nama lengkap Fajar Adi Nugroho, adalah seorang laki – laki kelahiran Jakarta 15 Februari. Anak ke-dua dari empat bersaudara yang mulai mengenal dunia musik ketika berumur 15 tahun. Pada awalnya bermain gitar dengan aliran musik rock. Barulah pada usia 16 tahun memainkan instrument bass elektrik. Awal memainkan bass, saya memainkan musik funky rock seperti RHCP, dll.
Pada saat usia 17 tahun pernah bermain di beberapa acara tahunan Purwacaraka. Selain itu grup ini juga pernah berkolaborasi dengan pemain bass wanita, yaitu Nissa Hamzah (Omelette) pada sebuah acara tahunan di sekolah musik ini juga.
|
|
|
|
|
|
|
|