Contact GSI


 

Untuk registrasi dan info lebih
lanjut, silahkan kirim email ke :
e-mail : info@gsi-school.com
telp : 7209988


Gsi depokRecording Studio

Abraham Edo

Abraham EdoAbraham Edo Rumawas

 

Tertarik kepada musik sejak berusia 11 tahun. Mulai belajar gitar klasik di sebuah kursus di Surabaya selama 3 tahun. Pada awalnya, gitaris yang bernama panggilan Edo ini justru memainkan alat musik drum. Namun setelah itu, perhatiannnya beralih dan menetapkan langkahnya pada instrumen gitar.

 

Setelah menyelesaikan pendidikannya di SMU pada tahun 2003, ia mendedikasikan dirinya untuk dunia seni musik dan memulai pendidikan musiknya secara formal di sebuah institut musik di Jakarta, hingga lulus.

 

Beberapa musisi-musisi yang menjadi inspirasi dan mempengaruhi permainannya adalah Scott Handerson, Charlie Parker, Patt Matheny, Lee Rittenhour, Joe Pass, Greg Howe, Charlie Hunter, Miles Davis dan beragam musisi lainnya yang beraliran Jazz dan Fusion.

 

Selama mengenyam pendidikannya di musik formal di Jakarta, sampai sekarang, Ia telah menghasilkan sebuah album solo bertajuk "Me, Myself againts I", dan bergabung dengan beberapa band, seperti:

1. The Restorer (Gospel) "Hidupku Bagimu"

2. Vitanuova "Antar Sisa Harapan"

3. Savior Sound (Underground)

 

Selain itu, ia juga pernah menjadi clinician gitar accoustic dan electric untuk membantu "Cort Guitar" mengadakan sebuah pameran alat musik di Mangga besar dan Plaza senayan.

 

Saat ini Ia aktif sebagai tenaga pengajar di GSI Guitar School of Indonesia, juga sebagai session player.

 

"Music is more than you think!"


 

 
Adham Hasnan
adham

 Adham Hasnan, nama panggilannya Adam. Mulai memainkan alat musik gitar pada umur 12 tahun.  Ia mulai memperdalam gitar ketika mendengar permainan Yngwie Malmsteen.  Pada saat itu Ia hanya  belajar alat musik gitar secara otodidak, dari buku-buku tabulatur dan video pelajaran gitar yang didapat dari temannya.
Pada tahun 2002 ia memutuskan untuk mulai belajar gitar di sekolah musik lokal di Jakarta.  Pada tahun yang sama ia juga membentuk band yang memainkan musik rock jepang sampai sekarang.  Setelah beberapa tahun bermusik, maka  tahun 2004 menentukan untuk serius belajar musik di sebuah kampus  Musik di Jakarta.

Banyak musisi yang mempengaruhi cara bermainannya seperti Yngwie Malmsteen, Marty Friedmaan, Jason Becker, Steve Vai, Mathias Eklundh, Kiko Loureiro dan masih banyak lagi.
Ia juga  dipengaruhi oleh permainan gitar dari grup band seperti Pantera, Lamb Of God, Killswitch Engage, Arch Enemy, Protest the Heroes, dll.

Pengalaman live Adham selama ini adalah bermain bersama bandnya Sakura Drops, Shuriken ( baru mengeluarkan mini album pada bulan agustus 2008 ) di acara-acara komunitas jepang.
Menjadi additional gitar  Wasabi menjadi band pembuka EDANE pada acara ulang tahun Jakarta PRJ ( 2004 ),
band pembuka Naif, Naff, J-Rocks ( 2006 ) PRJ dan Adie MS Twilite Orchestra Final Fantasy a Tribute to Nobou Uematsu( 2006 ) ".  Selepas menyelesaikan studi musiknya, pada tahun 2008, ia bergabung dengan GSI sebagai pengajar style Rock.

 

Lahir di Purwokerto 13 maret 1984,memulai perjalanannya sebagai gitaris di Jakarta pada tahun 2007 sampai sekarang dan telah bermain dengan beberapa musisi senior Indonesia seperti Inang Noorsaid, Jilly Likumahuwa, Harry Toledo, Krishna Siregar dll, dan juga tergabung dalam quartet Kriskruise setelah sebelumnya mendirikan ensamble Jazz Guitar Connection

“…i just loved to play my guitar”

 
Andra Ramadhan
Andra RamadhanAndra Junaidi dilahirkan pada tanggal 17 Juni 1972 sebagai anak bungsu dari enam bersaudara hasil pernikahan pasangan A. Ramadhan dan S.M. Fadilah. Andra mengaku terlambat mengenal musik, karena baru SMP lewat ekskul musiklah ia mulai tertarik pada musik. Pertama ia bermimpi untuk menjadi seorang drummer terkenal, tapi karena masalah biaya untuk membeli Drum sangat mahal dan setelah melihat teman2nya asyik memetik gitar, hobinya pun berganti. Bermodal gitar pinjaman, ia mulai belajar gitar, dan memang karena bakat, kemampuan dan teknik permainannya berkembang sangat pesat.

Di SMPN 6 inilah, Andra bertemu dengan Dhani, Wawan, dan Erwin kemudian mereka sepakat untuk membentuk band dengan nama Dewa. Aliran rock yang pertama mereka geluti akhirnya pindah ke jazz akibat pengaruh Erwin. Masalah kemudian bergelayut pada kehidupan Andra yaitu ketika ia harus memilih antara karirnya sebagai pemusik atau meneruskan kuliahnya di jurusan ?desain interior. Dengan pertimbangan yang matang, akhirnya Andra memilih untuk terus meniti karir di dunia musik, tapi bukan berarti langkahnya tetap ?mulus, karena kedua orang tuanya tidak setuju kalau Andra harus melepaskan bangku kuliahnya. Layaknya orang tua biasa, mereka ingin melihat Andra meraih gelar sarjana seperti kelima kakaknya yang sudah selesai. Tapi akhirnya kedua orang tuanya mau mengerti dan memang terbukti pilihan Andra tepat. Setelah melepaskan kuliahnya, konsentrasinya ke Dewa 19 membuat kreativitasnya lebih tergali. Kontribusi Andra terhadap komposisi lagu Dewa 19 tak bisa dipungkiri.
Read more...
 
«StartPrev123456NextEnd»