Sekolah Gitar Dewa Budjana dari Modal Patungan
TEMPO Interaktif, Jakarta:Dewa Budjana, Andra Ramadhan, Bernard (Beben) Larso, dan Arya Setiadi tak cuma bermain musik. Mereka kini tekun menjadi "guru" pada sekolah khusus gitar dan bass yang pertama di Indonesia. Kampus sekolah musik bernama Guitar School of Indonesia itu ada di Jalan Iskandar Muda atau beken dengan nama Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan. Agar murid-muridnya mahir main musik, mereka juga merekrut para gitaris dan bassis profesional lulusan dalam dan luar negeri sebagai tenaga pengajar. "Ini adalah salah satu bentuk kontribusi kami, kepada dunia musik yang telah membesarkan nama kami,” ujar Budjana pada konfrensi pers grand launching sekolah itu kemarin. Budjana berharap, hadirnya sekolah ini akan membantu perkembangan musik di Indonesia dan menghasilkan para musisi muda berkualitas. Cita-cita Andra lebih muluk lagi, sekolah ini mampu melahirkan para musisi papan atas. “Kalau bisa bukan hanya menjadi musisi papan atas Indonesia tapi juga di ajang internasional,” tambah Andra. Bernard (Beben) Larso, salah satu pendiri sekolah, menjelaskan ide pendiriannya pada Juli 2008, ketika mereka berempat tengah berkumpul. “Dari percakapan saat itu tercetuslah ide, kenapa tidak membuat sekolah musik khusus gitar dan bass saja apalagi masing-masing dari kami punya keahlian di bidang tersebut,” ujar Beben. Gagasan tersebut terealisasikan dengan modal patungan di antara mereka dan ditambah seorang investor asal Surabaya. Guitar School of Indonesia benar-benar berdiri pada 12 Januari lalu. Menurut mereka pengajar yang direkrut sebagian besar merupakan lulusan Guitar Institut of technology, Amerika. Selain itu, sejumlah musisi andalan di dalam negeri bersedia mengajar. “Untuk gitar ada Coki Bollemeyer (Netral), Andra Ramadhan, dan Dewa Budjana. Adapun bass ada Rindra R. Noor, Dika Satjadibrata (Ada Band), serta Ivanka,” tutur Beben. Untuk kelas yang diajarkan para artis ini dibagi menjadi dua kelas khusus yaitu special class with artist dan counseling clas with artist. “Special class with artis si peserta akan diajarkan secara privat seorang diri. Adapun counseling class sepuluh peserta diajarkan oleh seorang artis. Tentu saja jadwal kelasnya mengikuti jadwal pengajar,” imbuh Beben. Menurut Beben, antusiasme orang-orang terhadap berdirinya sekolah ini cukup tinggi. “Dalam sebulan ini saja sudah 55 orang yang mendaftar. Dengan peserta kursus paling muda berusia 6 tahun,” tutur Beben. Ia juga mengatakan para peserta kursus datang dari berbagai kora seperti Bandung, Surabaya, Padang, dan Jakarta. Menurut Beben, ada program kelas berbeda yang ditawarkan yaitu kelas khusus style. Di kelas ini para siswa dapat memilih sendiri jenis musik mana yang mau pelajari mulai dari jazz, rock, blues, funk, funsion, bahkan heavy metal. Selain itu, para peserta khusus dapat memilih sendiri durasi kelas sesuai yang diinginkan. “Kami bahkan menawarkan kelas intensif yang berlangsung setiap hari,” ujarnya lagi. Sekolah ini juga menawarkan program beasiswa bagi para musisi muda yang berbakat namun mengalami keterbatasan biaya untuk belajar. “Program tersebut memang belum berjalan tapi kami akan menampilkannya nanti di website,” pungkas Beben.
|